Kanal

Pro-Kontra

Populer

Kirim Tulisan

Beranda Politik
Kategori:

Politik

Indek Persepsi Korupsi 2019 dan Ancaman Serius...

Sebagai sebuah negara yang memiliki populasi lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia patut berbangga menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Tetapi, terdapat indikasi yang kuat Indonesia saat ini telah terperangkap dalam praktek “politik uang”. Kasus Harun Masiku contoh aktualnya.

SBY Yang Berkibar Ditengah Makin “Nyungsepnya” Prabowo

SBY rebound! SBY come back! Benarkah? Belakangan ini SBY telah menjadi pusat berita sejak dua tulisannya menghiasi publik. Tulisan pertama adalah refleksi akhir tahun lalu, 2019. Tulisan refleksi itu mengkritik Jokowi tentang perekonomian nasional yang buruk. Yang kedua mempertanyakan keterlibatan Jokowi di kasus Jiwasraya.

100 Hari Jokowi dan Krisis Tanggung Jawab

Presiden Jokowi memposting teka teki di tweeter tentang kunjungan akhir tahunnya ke Semarang. Tanya Jokowi: "hayoo tebak yang mana wajah saya?" Kontan saja nitizen marah pada Jokowi. Koq anda masih main tebak-tebakan, padahal rakyat sedang cemas dengan isu virus corona?

Tentang Pancasila: Catatan Untuk Pikiran Rocky Gerung

Penjelasan Rocky bahwa Jokowi tidak faham Pancasila mungkin terlalu prematur. Setelah Komunisme gagal diseluruh dunia, Sosialisme, Pragmatism, Kapitalisme masih ada sebagai ideologi. Tentu disamping agama-agama yang bergerak dalam ajaran ideologis.

Inilah 5 Alasan NKRI Akan Rugi Besar...

Inilah lima poin yang mengarahkan kita pada sebuah kesimpulan: NKRI rugi besar jika Nadiem Makarim menjadi menteri. Seperti sebelumnya kita juga sudah rugi besar ketika Sandiaga Uno meninggalkan Saratoga dan masuk gelanggang politik. Erick Thohir pun demikian.

Menantikan Peran Signifikan BAKN

Bermula pada tahun 2014, BAKN pernah lahir, mati, lalu hidup lagi. Terkini BAKN dihidupkan kembali melalui UU MD3 2018 untuk menjalankan pengawasan pengelolaan keuangan negara.

Kehancuran Demokrasi dan Tantangan Kaum Cendikiawan

Cara kasar rezim Jokowi terhadap aksi mahasiwa ini tentu akan memasukkan tambahan baru bagi kaum cendikiawan barat dalam menilai, sesungguhnya rezim ini bukan lagi pada fase "illiberal democracy" melainkan lebih jauh, hancurnya demokrasi.

Pancasila Sakti?

Penegasan soal versi Pancasila ini penting karena beberapa pihak telah mencoba memelintir sejarah dengan memaksakan Pancasila versi 1/6/1945 dengan susunan yang berbeda.

Pemerintah Alpa Dengan Tragedi Kemanusiaan Di Papua

Duka dan kematian yang menelan korban para pendatang seperti dari suku Minang dan Bugis dan suku-suku lainnya yang hidup di Papua menyayat hati. Negara absen dalam duka itu.

Follow Kami

Dapatkan update artikel-artikel terbaru dari para penulis dan berbagai promosi dari kami dengan memfollow akun media sosial kami.

Ingin Jadi Penulis?