Kanal

Pro-Kontra

Populer

Kirim Tulisan

Merekatkan Keterbelahan, Mewujudkan Indonesia Incorporated

Di era demokrasi liberal dengan pemilihan langsung, rivalitas para capres dan pemimpin lokal diamplifikasi melalui media sosial yang gaduh. Tergambar melalui tweeter, facebook, youtube ataupun instagram, memperkenalkan istilah: cebong dan kampret, dislike, unfollow, unfriend, dimana friksi telah memasuki grup-grup whatsapp keluarga.

Fenomena Hijrah Muslim Milenial

Hijrah bukan lagi dimaknai prosesi perubahan perilaku maksiat menuju ibadah, lebih dari itu, hijrah menjadi sebuah entitas untuk menggalang masa yang barangkali bisa menjadi people power menegakan misi kelompoknya. Alih-alih dengan menawarkan keindahan dalam beragama, mereka cenderung aktif mencari bahan untuk menjadi argumen menyalahkan amalan atau ibadah kelompok lain.

Ilusi Negara Agraris

Jika menghitung luas lahan, alokasi daratan untuk pertanian hanya berkisar 31,5% dari 195 juta hektare wilayah Indonesia. Dari jumlah itu, rata-rata kepemilikan lahan petani hanya 0,3 hektare per kepala keluarga. Berbeda dengan Inggris yang berani mengalokasikan 75% lahannya untuk pertanian dari 22 juta hektare luas daratan.