Kanal

Pro-Kontra

Populer

Kirim Tulisan

Penutup Surabaya Menggugat: Prasangka, Teror, dan Iman

Tulisan ini diambil dari E-Book karya Prof Daniel M Rosyid dengan judul "Surabaya Menggugat".

SERUJI.CO.ID – Mengapa prasangka buruk itu dosa? Begitu prasangka buruk menguasai seseorang, maka dia menutup semua peluang untuk melihat kebaikan, bahkan niat berbuat baik sekalipun. Adagium pembuktian hipotesa yang diakrabi dunia ilmiah mengatakan: lebih baik melepas orang yang bersalah, daripada menghukum orang yang tidak bersalah.

Jadi, berprasangka buruk itu dosa karena tidak ilmiyah; sebuah sikap bodoh. Jika prasangka buruk itu tersebar secara sistematik, terstruktur dan masif, maka masyarakat itu sedang meluncur jatuh ke tingkat jahiliyyah.

Saat prasangka buruk ada di mana-mana, maka ketakutan pun merebak di mana-mana. Ali bin Abu Thalib mengatakan bahwa takut adalah dosa terbesar. Mengapa? Karena rasa takut adalah lahan subur bagi dusta. Padahal jujur adalah syarat bagi iman.

Dalam masyarakat yang hidup dalam teror, kita mesti waspada karena barangkali iman itu sudah merayap pergi.


Tamat

Tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulisnya. Tak sependapat dengan tulisan ini? Silahkan tulis pendapat kamu di sini

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. Redaksi Katarsis.id tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan ke redaksi@katarsis.id yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Prof. Daniel M. Rosyid
Prof. Daniel M. Rosyid
Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Artikel Terkait

close