Kanal

Pro-Kontra

Populer

Kirim Tulisan

Ahok dan Kemustahilan Pertamina

Bagaimana dengan  kapasitas CEO sebagai faktor kedua? Mari kita cermati CEO lima pesaing utama Pertamina.

Pesaing pertama adalah Shell atau lengkapnya Royal Dutch Shell. Perusahaan beromset USD382,6 miliar (IDR5.383 triliun) ini dipimpin oleh Bernardus Cornelis Margriet van Beurden. Warga Negeri Belanda kelahiran 1958 ini telah bergabung di Shell sejak 1983. Insinyur kimia Delft University of Technology ini diangkat menjadi CEO sejak 2014 alias setelah 31 tahun malang melintang di Shell dari nol dengan penempatan di berbagai posissi hulu maupun hilir di lokasi berbagai penjuru dunia. Kini ia telah 5 tahun berada pada posisi tertinggi.

Pesaing kedua adalah Exxon Mobil. Perusahaan yang telah berpengalaman panjang ladang-ladang minyak tanah air ini dipimpin oleh Darren Woods. Pria kelahiran 1964 ini telah bekerja di Exxon Mobil sejak 1992. Insinyur elektro Texas AM University dan MBA Kellog School of Management  ini diangkat  menjadi CEO setelah 24 tahun mengabdi di perusahaan oil n gas terbesar kedua dunia ini (berdasar laba, omzet, aset dan kapitalisasi pasar). Tentu  nol dan melalaui jenjang kaderisasai melalui berbagai posisi di lokasi berbaai negara. Kini ia telah memegang kendali perusahaan beromset USD 382,6 milar (IDR  5 383 triliun) ini selamaa 3 tahun.

Pesaing ketiga adalah Chevron. Perusahaan oil and gas terbesar ketiga dunia yang juga telah punya sejarah panjang di pertambangan minyak RI  ini dipimpin oleh Michael K Wirth. Pria berkebangsaan USA ini telah mengabdi di Chevron sejak lulus kuliah tahun 1982. Insinyur teknik kimia University of Colorado ini diangkat menjadi CEO pada tahun 2017 alias setelah 35 tahun malang meilintang melalui jenjang kaderisasi yang ketat di perusahaan beromset USD 158,7 miliar (IDR 2 226 triliun).


Pesaing keempat adalah PetroChina. Perusahaan oil and gas terbesar keempat dunia ini dipimpin oleh Yi Lin Wang. Insinyur ini telah 35 tahun malang melintang di oil and gas di berbagai posisi sebelum diangkat menjadi pimpinan perusahaan beromset USD 322,8 miliar ini pada tahun 2015.

Pesaing kelima adalah BP. Perusahaan asal Inggris ini dipimpin oleh Robert W Dudley. Pria kelahiran USA 1955 ini bergabung ke BP sejak 1979. Warga negara USA dan UK ini diangkat menjadi CEO sejak 2010 alias setelah 31 melalui jalur pengkaderan di berbagai posisi. Alumni teknik Kimia University of Illinois dan MBA dari Shouthern Methodist University ini telah memegang tampuk pimpinan tertinggi perusahaan oil & gas terbesar ke-5 dunia selama 9 tahun.

Tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulisnya. Tak sependapat dengan tulisan ini? Silahkan tulis pendapat kamu di sini

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. Redaksi Katarsis.id tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan ke redaksi@katarsis.id yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iman Supriyono
Iman Supriyono
SNF Consulting

Artikel Terkait

close