Ketika jalan kaki sambil olahraga pagi di hari besoknya, saya merasakan sesuatu yang benar-benar lain dari apa yang dirasakan di Indonesia. Kota Toyada begitu tenang. Tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Hanya ada mobil satu-satu, sepeda anak-anak yang pergi sekolah, dan sama sekali tidak ada sepeda motor. Saya jadi bertanya dalam hati, “kok tidak ada satupun sepeda motor ya?. Bukankah Jepang produsen sepedar motor terbesar di dunia?”
Saya terus berjalan dan terus mengamati pemandangan yang sangat menyejukkan mata dan hati. Anak-anak pergi sekolah dengan mengendarai sepeda. Mereka sangat tenang dan tertib. Mereka berhenti dengan patuhnya ketika lapu merah menyala di setiap persimpangan jalan. Tidak satupun yang melanggar lampu merah itu. Bukan hanya pengendara sepeda atau mobil, pejalan kakipun ikut berhenti menunggu lampu hijau menyala.
Saya merasa joging pagi itu betul-betul sangat menyenangkan, bukan hanya karena udara yang bersih dan sejuk, tapi juga karena sejuknya mata dan hati menyaksikan ketertiban kota dan penduduknya yang taat aturan, padahal tidak ada satu polisipun yang ada di sekitar itu.
Selesai olahraga dan sarapan pagi di hotel, kami dijemput oleh staf Kitasato University untuk pertemuan persetujuan kerjasama (MOU) antara UIN SUSKA dengan Kitasato University. Kami disambut oleh Wakil Rektor bersama beberapa pimpinan lain dengan sangat ramah. Acarapun berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Tidak ada kesan formal. Semua berjalan seperti layaknya antara kawan sendiri.
Selesai acara, kami diundang makan siang bersama di sebuah restoran yang cukup besar dengan masakan khas Jepang Wakil berkata kepada kami, “semua halal untuk orang Islam.”
Selesai makan siang, kami dibabawa Prof Arihara berkeliling ke beberapa tempat wisata di Toyada. Sepanjang jalan menuju tempat wisata begitu nyaman. Tidak ada macet. Tidak ada bunyi klakson mobil. Saya lihat air yang mengalir kencang di sungai-sungai kecil pinggir jalan begitu beningnya. Tidak ubahnya seperti air aqua dalam kemasan. Kami di bawa jalan ke hutan lindung dan sebuah danau yang tidak begitu besar, tetapi sangat bersih. Tidak ada satu sampah pun di dalam danau itu. Kami kembali ke hotel menjelang sore.
Besoknya, seperti biasa, saya jalan pagi lagi. Joging lagi. Suasana pagi kemaren saya rasakan lagi pagi itu. Nyaman, tenang dan tertib.
Jalan pagi kali ini saya alihkan rotenya dari pagi kemarin. Masuk gang ke luar gang. Menjelang kembali ke hotel, saya singgah di sebuah gang kecil. Di situlah saya melihat sebuah sepeda motor sedang parkir di depan ruko. Sepertinya si tuan rumah baru pulang dari belanja. Ada berapa ikat sayur di atasnya. Setelah itu, saya tidak pernah melihat satu sepeda motor pun lagi sampai kami ke bandara untuk terbang menuju Tokyo. Prof. Arihara juga yang mengantar kami, sampai naik pesawat.
Sama seperti dua hari yang lalu, penerbangan dari Toyada ke Tokyo ditempuh selama satu jam. Sampai di Tokyo, kami langsung menuju Nihon University , universitas terbesar di Jepang.
Sepanjang perjalanan menunju Nihon, saya melihat betapa tertib dan nyamannya kota ini. Semua serba teratur. Semua serba bersih. Semua serba nyaman. Pegawai bus yang kami tumpangi semua ramah dan penuh hormat melayani semua penumpang, mulai dari akan naik kendaraan, samapi di atas kenadaar. Budaya melayani tamu dengan senyum dan membungkukkan badan sangat kentara. Semuanya persis sama dengan di Toyada.
